Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Senin, 25 Maret 2013

Strategi - Master Brand



sumber gambar : google

                  Sedikit berbicara mengenai master brand, strategi ini biasa dilakukan oleh beberapa korporat besar tentunya dalam mepertahankan eksistensi merk sebagai top leader hingga dalam upaya memperlebar bisnis, salah satunya yang saya amati adalah PT. Telkom yang saat ini menadaptasi strategi master brand bersamaan dengan tranformasi Positioning menjadi konsep TIME (telecomunication, information, multimedia, edutaiment) dengan tagline “world in your hand”.

                Dengan dibukannya peta persaingan industri telekomunikasi yang tidak bisa dimonopoli dan kemunculan kompetitor baru strategi master brand ini saya nilai sebagai upaya dalam mempertahankan superiority PT. Telkom sebagai leader di industri tersebut, dengan konsep tranformasi TIME yang mengadaptasi strategi master brand ini Telkom menjadi “integrated communication service solution for costumer”, karena secara langsung unit-unit bisnis yang sudah dibangun selama ini Telkomsel, Telkom Vision, Infomedia, Speedy, dll kini menginduk pada merk corporat Telkom.

                Nah setelah sedikit menguti cerita dibalik Tranformasi PT. Telkom, melalui tulisan ini saya ingin sedikit berbagi mengenai 4 point yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari strategi master brand sendiri berdasarkan sedikit pengetahuan dan informasi yang saya dapatkan.

1.       Focus Pada Satu Merk
Strategi master brand ini biasanya mengacu pada satu induk merk yang akan “memayungi” beberapa produk, sebagai contoh Virgin Group yang dimiliki oleh Richard Brandson disemua unit bisnis yang dimilikinya menggunakan nama Virgin sebagai “brand identifying”. Melalui strategi master brand ini point pertama yang harus diperhatikan adalah fokus dalam membangun satu merk, karena dalam strategi ini ketika induk merk yang sudah kita bangun memiliki kredibilitas, image positif, kepercayaan juga loyalitas dari konsumen makan akan semakin mudah bagi kita dalam mengembangkan unit bisnis dengan penggunaan nama merk induk yang sudah dibangun tersebut.

2.       Cost Branding Rendah
Point kedua yang menjadi keuntungan dari strategi Master Brand mengacu pada informasi yang saya peroleh adalah “cost branding” yang relatif lebih rendah dibandingkan strategi hybrid branding atau product branding. Kenapa? karena strategi master brand ini hanya mengacu pada satu merk saja sehingga aktifitas membangun merk akan lebih difokuskan kepada sang induk brand itu sendiri. Virgin Group dalam hal ini merupakan induk merk yang harus dibangun dengan baik, karena unit bisnis yang dibangun mengadaptasi merk Virgin sehingga tidak perlu dilakukan aktifitas branding berfokus khusus pada satu unit bisnis.

3.       Costumer Indentifying
Point ketiga yang menjadi keuntungan dalam strategi master branding adalah faktor “costumer indetifying”, dimana dengan terbangunnya sebuah merk yang menjadi acuan bagi berbagai produk akan memudahkan konsumen dalam mengenali sebuah produk. Virgin Group yang dalam hal ini sebagai induk brand dari 400 unit bisnis yang tersebar di seluruh dunia seluruhnya mengadaptasi pada merk Virgin, dengan demikian unit bisnis yang dibangun akan mudah dikenali oleh konsumen, tidak hanya itu saja dalam hal ini juga bisa terbangun persepsi positif dan kepercayaan dari benak konsumen karena mengacu pada sebuah merk besar “Virgin”.

4.       Bagaikan Telur Di Ujung Tanduk
Nah tadi kita sudah sama-sama baha beberapa keuntungan dari strategi master branding, jika berbicara mengenai keuntungan bukan berarti tidak ada faktor kerugian dari strategi master branding yang diadaptasi. Salah satu faktor “kerugian” dari strategi master branding ini adalah konsep yang mengacu pada satu induk merk ini yang bisa menghancurkan produk atau unit bisnis yang dipayunginya, misalkan dalam hal ini kita kembali menggunakan Virgin Group sebagai contoh, strategi master brand ini terkadang bagaikan telur di ujung tanduk jika boleh saya istilahkan seperti itu, karena jika kita bisa membangun dan menjaga agar induk bradn tersebut tetap dalam kondisi positif makan akan berdampak positif juga pada produk atau unit bisnis yang dinaunginya. Nah begitupun sebaliknya jika induk brand tersebut katakanlah “sakit” makan kemungkinan besar produk atau unit bisnis yang dinaunginya tersebut akan tertular “sakit” sang induk brand. Dengan demikian strategi master brand ini memang menawarkan banyak keuntungan, namun tentunya harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian untuk mempertahankan image positif dan kredibilitas sang induk brand. (dira.illanoor – 2013)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar