Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Kamis, 23 Oktober 2014

Balada Artis, Hijabers, dan Brand Ambassador


sumber gambar : http://sharingdisini.com/wp-content/uploads/2012/10/hijab.png


Akhir-akhir ini jika diperhatikan eksistensi brand-brand dengan DNA nilai-nilai keislaman bisa dibilang cukup rajin muncul di berbagai lini media masa lengkap dengan sang brand ambassador yang juga cukup melekat dengan image muslimah modern (berhijab). Sederhana saja, tulisan kali ini pada dasarnya sebuah pertanyaan dan juga jawaban pribadi mengenai fenomena kemunculan public figure (artis) yang berhijab hingga sukses menjadi memberikan value kepada brand-brand besar sebagai brand ambassador.

Nah beberapa bulan kebelakang saya juga menyempatkan hadir dalam sebuah seminar yang kebetulan pembicaranya adalah Yuswohady, dalam acara tersebut beliau memaparkan mengenai middle class moslem dan spiritual value yang merupakan value baru dalam menciptakan new costumer value formula, nggak cukup hanya emotional benefit dan function benefit saja. Mungkin apa yang sudah diutarakan beliau akan sedikit dibahas dalam tulisan kali ini.

1.       Hijab Boombastis
Sekitar 2 tahun kebelakang saya sempat membuat sebuah tulisan mengenai “hijab from fashion, into community, into business” dimana hijab yang dulunya dianggap hal yang sangat kuno dan unfashionable berhasil diubah imagenya 180 derajat menjadi modern dan fashionable oleh beberapa kalangan seperti fashion designer dan fashion blogger. Kemunculan media berbasis internet seperti social media juga turut berpengaruh dalam boomingnya hijab beberapa waktu kebelakang. Selain tentunya memiliki pengaruh besar dalam terbangunnya viral mengenai hijab ini, social media juga berpengaruh akan terbentuknya komunitas hijab seperti sebut saja Hijabers Community, dimana social media dijadikan sebagai media share informasi, berinteraksi, hingga bisnis. Nah kedua hal tersebut lah yang saya pribadi menilainya sebagai stimuli mengenai tumbuh suburnya kemunculan brand-brand hijab hingga populernya hijab saat ini, nggak cuma dikalangan masyarakat umum bahkan dikalangan artis sekalipun, hingga cerita mengenai perjalanan spiritual sang artis yang berhijab dikemas dalam bentuk buku. Masih ingat fenomena #Hijaboobs yang cukup ramai diperbicangkan di social media beberapa waktu lalu? nah mungkin itu juga salah satu hal yang mengiringi popularitas hijab di masyarakat.

2.       Brand Muslim dengan Spiritual Value
Negara kita yang jumlah penduduknya mencapai angka 140 juta jiwa, 78% diantaranya merupakan muslim menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan penduduk muslim terbanyak. Logika sederhana jika melihat angka tersebut tentunya kita bisa menilai bahwa potensi jualan produk yang menyertakan DNA nilai-nilai islam sangat menggiurkan, nah mungkin disinilah konsep costumer value baru yang menyertakan spiritual value yang dijelaskan Yuswohady. Sedikit mengutip tulisan dalam blognya, beliau menjelaskan bahwa terdapat pergeseran nilai dan prilaku yang semakin religius, dimana konsumen kelas menengah yang semakin makmur, semakin knowledgeable, dan tech-savy, semakin mencari manfaat spiritual (spiritual value) dari produk yang mereka konsumsi. Pergeseran nilai dan prilaku ini menciptakan formula baru yang menambahkan spiritual value selain functional dan emosional benefit. Nah mungkin apa yang diutarakan beliau bisa menjelaskan mengenai semakin eksis dan kokohnya brand-brand yang menyertakan DNA nilai-nilai keislaman dalam produknya sejalan dengan populernya hijab dimasyarakat.

3.       They Famous, Huge Fan Base, and Hijabers

Diantara eksistensi brand-brand dengan DNA nilai keislaman, produk kosmetik dan fashion merupakan dua lini bisnis yang saya perhatikan paling rajin menggunakan brand ambassador dari kalangan artis yang berhijab, bahkan beberapa diantaranya berhasil mengangkat image produk yang mereka endors, padahal kalo melihat beberapa tahun kebelakang beberapa diantara mereka pada awalnya tidak berhijab. Tanpa ada maksud untuk merendahkan, namun yang pasti proses transformasi mereka menjadi lebih religius salah satunya dengan berhijab menjadikan mereka sebagai sosok baru yang lebih memiliki value, kalo boleh minjem istilahnya Yuswohady mungkin saya menilainya mereka ini sosok-sosok personal brand yang berhasil menyuntukan DNA spiritual value kedalam diri mereka. Mengenai fenomena banyaknya artis berhijab yang menjadi brand ambassador brand-brand besar yang pasti saya menilainya pertama mereka populer, kedua memiliki fan base yang besar, dan ketiga sebagai point yang terpenting adalah mereka memiliki DNA nilai keislaman (spiritual value) dalam dirinya, salah satunya adalah dalam balutan busana muslim (hijab). (dira.illanoor – oktober 2014)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar