Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Selasa, 30 September 2014

9 Rahasia Menciptakan Powerfull Content Marketing


sumber gambar : http://www.keydifference.info/wp-content/uploads/2014/08/content_marketing_kd.jpg


Ngomongin content marketing bisa dibilang bukanlah hal baru karena pada dasarnya proses menciptakan konten sebagai media edukasi atau promosi sudah ada bahkan sebelum boomingnya digital media saat ini. Proses menciptakan konten diantaranya sudah dilakukan oleh para pelaku public relations diantaranya dalam bentuk press release dan konten publikasi lainnya. Begitu juga diantara pelaku pemasaran proses ini sudah dilakukan oleh para marketers melalui poster, brosur, advertorial, hingga tv commercial dalam upaya membangun brand awareness, edukasi konsumen, hingga influencing ke tahap decision making.

Di era internet ini tentunya konten merupakan hal yang paling menentukan keberhasilan kita selaku marketer’s dalam membangun brand, membangun engagement, hingga monetizing memanfaatkan media digital seperti website, social media, dan mobile application. Terlebih akses informasi yang sangat cepat dan luas menyebabkan banyaknya konten yang bertebaran melalui internet, sehingga konten yang powerfull merupakan kunci utama bagi kita untuk tampak menonjol dan mudah ditemukan oleh Netizen.

Menciptakan konten yang powerfull bukanlah perkara yang mudah, karena pada dasarnya kita harus bisa mendengarkan (listening) dan menangkap (capturing) kata kunci (keyword) dari Netizen yang bisa dijadikan insight dalam proses menciptakan konten yang powerfull, sehingga kreatif saja tidak cukup. Nah melalui tulisan kali ini saya hanya ingin sedikit berbagi mengenai beberapa tips yang bisa dijadikan panduan bagi kita dalam menciptakan konten marketing yang powerfull.

1.       Act Digitally & Think like Content Writer
Mindset mungkin adalah hal pertama yang perlu dipersiapkan sebelum kita akan membuat konten marketing. Act Digitally & Think like Content Writer pada dasarnya merupakan sebuah pandangan mengenai kita yang terkadang harus berpikiran sebagai seorang penulis konten di sebuah media masa yang sudah terbiasa membuat konten berita. Hal yang perlu digaris bawahi disini adalah bagaimana kita menciptakan sebuah konten (teks, foto, video) yang memiliki nilai informasi menarik dan bermanfaat bagi para audience, karena pada dasarnya fungsi dari penciptaan konten marketing adalah to inform and educate, dengan demikian konten hard sales konten sangat tidak diajurkan. Selanjutnya Act Digitally merupakan tahapan aplikatif dimana mindset content writer tadi kita kolaborasi dengan mindset marketers untuk menciptakan sebuah content yang powerfull secara strategic maupun tactical memaksimalkan berbagai channel digital media seperti diantaranya adalah website, blog, social media, mobile application, hingga iklan melalui media digital (google, fb ads, buzzer twitter).

2.       Know your Audience
Kita nggak bakalan bisa menciptakan konten yang powerfull jika tidak mengenal siapa pendengarnya (audience) yang dalam hal ini adalah Netizen (costumers, fans, followers, forum member), hal pertama yang perlu diketahui sebelum menentukan taktik dan strategi dalam menciptakan content marketing adalah mengenal siapa audience kita, dengan demikian informasi yang kita peroleh secara demografi dan psikografi tentunya bisa membantu kita dalam menciptakan konten yang tidak hanya powerfull namun juga sesuai untuk minat dan kebutuhan dari audience kita, dalam hal ini bagaimana menciptakan konten yang bisa diterima oleh audience kita sehingga kita bisa masuk memberikan informasi dan membangun hubungan dengan mereka.

3.       Listen to your Audience
Salah satu hal yang cukup menonjol dari kemunculan social media adalah terbangunnya komunikasi dua arah diantara perusahaan (organisasi) dengan konsumen (community), dalam hal ini memungkinkan terjadinya komunikasi secara langsung. Nah sebagai content creator tentunya kita harus bisa memposisikan diri kita sebagai good listeners untuk meng-capture hal apa saja yang sedang diperbincangkan konsumen. Proses ini salah satunya merupakan sebuah perwujudan dalam menggali insight dari konsumen yang selanjutnya dijadikan bahan evaluasi bagi kita untuk perbaikan hingga bisa menciptakan konten yang memang sesuai dengan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh audience kita.

4.       Trend Sensitivity
Good content creator nggak cukup cuma bermodalkan sebagai good listeners, karena dalam aplikasinya kita harus juga sensitif dengan isu-isu atau trend yang sedang banyak diperbincangkan oleh Netizen. Nah sebenarnya ada beberapa tools yang bisa membantu kita untuk menyimak apa saja isu atau trend yang sedang banyak diperbicangkan, beberapa diantaranya adalah google alerts, twazzup, whoztalkin, dan socialmention merupakan beberapa fitur yang bisa membantu kita untuk capture data (keyword) mengenai trend yang sedang hangat-hangatnya diperbicangkan di internet dan social media oleh Netizen.

5.       Storyteller
Terkadang konten paling oke muncul dalam bentuk cerita, nah cerita disini bukan berarti konten yang kita buat harus seperti dongeng, namun lebih pada bagaimana cara kita menciptakan sebuah konten marketing yang bisa mendorong perbincangan diantara kita dengan audience, bisa menjadi viral di social media bahkan menjadi trending topic. Storyteller disini juga berhubungan erat dengan bagaimana kita menyampaikan konten marketing yang sudah disiapkan kepada audience.

6.       Create Editorial Plan & Timeline Schedule
Editorial plan dan timeline schedule merupakan hal yang seringkali terlupakan dalam proses menciptakan dan mengaplikasikan konten yang khususnya berhubungan erat dengan channel blog dan social media. Penting bagi kita dalam mempersiapkan managemen konten secara terstruktur sehingga bisa kita kontrol supaya tidak keluar dari objektif yang sudah kita tentukan sebelumnya.

7.       Involved your Audience
Dalam era Web 2.0 cukup erat dengan konsep user generated content (UGC) dimana Netizen dalam hal ini bisa turut berkontribusi secara langsung dalam berinteraksi (conversation) bahkan menghasilkan konten yang powerfull. Dengan demikian melibatkan audience kita dalam proses menciptakan konten merupakan salah satu upaya yang perlu untuk dilakukan, hal paling sederhana dan lumrah dilakukan diantaranya adalah melalui media blog dimana kadang beberapa brand melibatkan partisipasi blogger dalam menciptakan konten melalui tulisan, atau media forum yang bisa digunakan bagi kita dalam melakukan forum group discussion (FGD) dalam upaya menggali ide.

8.       Track Down Your Content
Penting bagi kita untuk melakukan proses memantau setiap konten marketing yang kita share kepada audience, tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi mengenai mana konten yang mendapatkan respon positif, neutral, atau negatif. Disini merupakan proses dimana kita bisa memperbaiki, menambahkan, hingga memperbaiki sebuah konten yang kita buat sehingga bisa lebih maksimal hasilnya.

9.       Powerfull Key Message

Content is King, Title is King, Tagline is King, and everything is King! mungkin diantara kita pernah mendengar istilah-istilah tersebut. Point yang ingin disampaikan disini adalah dalam menciptakan sebuah konten marketing kita harus memiliki pesan kunci yang ingin disampakan kepada audience dalam bentuk bervariasi, bisa dalam bentuk main campaign, tagline, main title, hingga esensi dari pesan yang kita lampirkan dalam sebuah konten. (dira.illanoor – September 2014).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar