Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Sabtu, 14 September 2013

PopCap Monetize Lewat Plant vs Zombie 2



              Siapa sih yang nggak kenal game Plant vs Zombie? game Tower Defence keluaran PopCap sang developer game dari negeri paman sam yang kembali berhasil mendulang sukses untuk kedua kalinya melalui game Plant vs Zombie 2 yang dirilis sekitar bulan Agustus tahun 2013 ini. Berdasarkan data yang saya peroleh dari indogamers.com Plant vs Zombie 2 yang pertama kali diluncurkan untuk versi iOS ini ternyata sudah diunduh sebanyak 25 Juta kali dalam kurun waktu dua bulan! Waw angka yang fantastis tentunya. Nah apa yang akan saya bahas dalam tulisan kali ini adalah lebih pada upaya monetize yang dilakukan oleh PopCap melalui game sekuel kedua Plant vs Zombie yang dirilis Agustus lalu, dan berdasarkan experience yang saya dapatkan pada saat memainkan game sekuel kedua ini setidaknya ada 4 indicator utama yang menjadi kesuksesan PopCap game selaku developer game yang berhasil meraup untung dengan memonetize konsumennya, langsung saja gan monggo dibaca.

1.       Booming PvZ 1 yang berhasil mendulang fans
Indikator pertama yang saya nilai menjadi kesuksesan bagi sang developer PopCap game adalah versi pertama dari game Plant vs Zombie yang berhasil booming menjadi sebuah game Tower Defence yang sangat disukai oleh pecinta game, sebuah game sederhana yang bercerita mengenai Crazy Dave yang rumahnya diserang oleh sekelompok Zombie yang ingin memakan otaknya, upaya apa yang dilakukan oleh Dave dalam meredam serangan para Zombie? Adalah berbagai tanaman unik yang memiliki berbagai kekuatan digunakan sebagai pertahanan sekaligus senjata untuk mengalahkan para Zombie, alhasil dari game sederhana yang dikemas berbagai level ini bikin ketagihan orang yang memainkannya. Sukses meraih hati para gamers, PopCap juga berhasil meraih berbagai prestasi mulai dari penghargaan Casual Game Of The Years, Best Download Game, Best Game Design, hingga Game Of The Years, yang mana dari berbagai award tersebut tentunya Plant vs Zombie juga mendulang banyak fans (subscriber yang menjadi fans) sehingga nggak heran kalo kesuksesan versi pertama Plant vs Zombie ini menjadi indicator pertama dari kesuksesan game sekuel kedua yang memang sudah ditunggu-tunggu oleh para fans setia dari game Plant vs Zombie.

2.       Stimulus konsumen lewat Teaser
Suksesi sekuel Plant vs Zombie 2 ini saya kira juga tidak lepas dari strategi teasing yang dilakukan oleh PopCap sebelum resmi meluncurkan game ini, beberapa teaser dilempar kepada konsumen melalui berbagai media seperti melalui video “Plant vs Zombie 2” di youtube yang disaksikan oleh jutaan viewer, selain tentunya melalui web resmi dan social media account milik PopCap. Point ini tentunya menjadi indikator kedua dari kesuksesan PopCap dalam memonetize konsumennya melalui game ini tidak lepas dari teaser-teaser yang membuat para fans tidak sabar ingin segera mengunduh dan memainkan game tersebut.

3.       Transformasi menjadi “gratis dengan konten berbayar”
Indikator ketiga yang menjadi pembeda adalah transformasi yang dilakukan oleh PopCap dari “berbayar dengan konten gratisan” menjadi “gratisan dengan konten berbayar”, apa maksudnya? Nah jika pada Plant vs Zombie pertama konsumen diharuskan bayar dimuka pada saat akan mengunduh gamenya (kalo nggak salah untuk versi iOS konsumen diharuskan bayar Rp. 9.500,-), bagaimana dengan kontennya? tentunya rata-ratanya gratisan karena konsumen cukup mengumpulkan point (koin silver dan gold) saja untuk bisa menggunakan beberapa konten fitur game (misalkan varian tanaman baru). Sedikit berbeda dengan sekuel pertama, sekuel kedua dari Plant vs Zombie ini bertransformasi menjadi “gratisan dengan konten berbayar”, dalam hal ini konsumen pada saat pertamakali mengunduh tidak dikenakan biaya alias gratis, namun pada saat bermain banyak konten fitur yang rata-ratanya berbayar :
               
a.       Monetize lewat koin, menariknya di sekuel kedua ini ada fitur penggunaan 3 kekuatan special yang bisa digunakan pada saat bermain game, nah penggunaan fitur tadi tentunya membutuhkan sejumlah koin Crazy Dave yang mana koin tersebut bisa dikumpulkan dari Zombie atau bonus pada saat kita menyelesaikan satu level. Pertanyaannya apakah ada jalan pintas mengumpulkan koin Crazy Dave lebih cepat? jangan khawatir konsumen bisa membelinya seharga Rp. 29.000 untuk 5.000 koin hingga Rp. 949.000,- untuk 450.000 koin.

b.      Monetize lewat tanaman, nah jika dalam sekuel pertama semua tanaman bisa dibeli dengan cara mengumpulkan koin silver atau gold pada saat memainkan game, di sekuel kedua ini terdapat beberapa tanaman yang hanya bisa di unlock dengan cara berbayar (Rp. 29.000,- s.d Rp. 39.000,-).

c.       Monetize lewat Upgrade, pengen upgrade slot tanaman, extra matahari, atau extra seed pada saat bermain? PopCap juga menawarkan berbagai konten Upgrade berbayar mulai dari Rp. 29.000,- s.d Rp. 39.000,-.

d.      Monetize lewat Bundle, pinternya si PopCap ini juga mengeluarkan versi Bundle yang mana konsumen bisa membeli paket berbayar terdiri atas 1 monster, sejumlah koin Crazy Dave, dan Upgrade bonus yang dibundle dalam satu harga mulai dari Rp. 49.000,- s.d Rp. 95.000,-.

e.      Monetize lewat “key to next level”, bagi pemain yang nggak sabaran ingin cepet ke level berikutnya nggak perlu berlama-lama ngumpulin poin Star atau Special Key, karena bisa membeli fitur ini seharga Rp. 19.000,- s.d Rp. 49.000,- dan zap semua lever (Egypt, Pirate, dan Wild West) terbuka.

4.       Integrasi dengan online shop

Indikator ketiga yang menjadi kesuksesan PopCap dalam memonetize konsumennya melalui game sekuel kedua dari Plant vs Zombie 2 adalah integrasi dengan Online Shop PvZstore.com yang menjual berbagai merchandise menarik dari Plant vs Zombie 2 untuk para fans setianya, seperti T-Shirt, Bantal, hingga Jam Tangan, wah kalo fans setia nampaknya akan sangat tergoda untuk memiliki salah satunya. (dira.illanoor – 2013)