Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Selasa, 04 Juni 2013

Fenomena Reality Show & Social Media


sumber gambar : http://d3w2bm0qyee8h5.cloudfront.net/insights/wp-content/uploads/2012/04/American-Idol-hashtag.jpg


                Kalo liat acara di televisi kayaknya lagi pada “demam kambuhan” program reality show deh, soalnya kalo diperhatikan di beberapa televisi kini cukup aktif dengan campaign program reality show unggulannya, well lets say beberapa diantaranya kini merupakan program yang cukup digemari oleh audience televisi sebut saja Master Chef Indonesia, X-Factor, The Voice Indonesia, Take Me Out Indonesia, Indonesia Mencari Bakat.

                Nah seperti kita ketahui program reality show di televisi ini memang merupakan penyakit “demam kambuhan” yang muncul di waktu-waktu tertentu, kenapa? pertama tentunya program reality show ini memiliki rating viewer yang sangat tinggi terlebih jika viewer (penonton) dilibatkan dalam program itu salah satunya vote via sms, acaranya dikemas semenarik mungkin dengan teaser-teasernya, hingga memanfaatkan popularitas public figure yang dijadikan juri atau salah satu peserta yang mulai disukai penonton, udah deh hal tersebut membuat penonton makin penasaran.

                Ok, lantas apa hubungannya dengan social media? bukannya televisi dan social media merupakan dua media yang berbeda ya? yang satu elektronik yang satu konvergensi? well kalo dari aspek itu mungkin bener, nah disini sebenarnya saya tertarik untuk membahas mengenai fenomena reality show yang menjamur di televisi, yang menariknya di balik fenomena tersebut mereka juga sangat aktif “mengawinkannya” dengan social media, coba deh perhatiin. Pertanyaannya kenapa yah program reality show cukup rajin mengitegrasikan program reality shownya dengan social media, begitupun sebaliknya? apakah gerangan misteri yang menjadi jawaban atas pertanyaan saya tersebut? nah semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit jawaban, lets read.

1.       Grab Netizen As Viewer
Seperti diketahui bersama jumlah netizen di Indonesia ini bisa dibilang gede banget hampir 60 juta orang, selain itu mayoritas di dalamnya cukup aktif dan familiar dengan yang namanya social media dong, makin parah keberadaan gadget semakin merubah behaviour konsumen Indonesia yang bentar-bentar gatel cek gadgetnya. Dan mau nggak mau kondisi ini harus kita sadari secara nggak langsung bahkan mengalahkan pamor televisi, buktinya? nah itu youtube. So point yang ingin saya tekankan di sini adalah, dengan mengintegrasikan program reality show televisi dengan social media tentunya bisa nge-grab netizen as viewer (penonton), maksudnya?

oke mungkin banyak orang yang sudah duduk manis di depan televisinya nungguin acara reality show favoritnya, so bagaimana dengan orang-orang yang kurang peduli karena lebih sibuk dengan gadgetnya atau tidak ada waktu luang nonton di rumah karena masih kejebak macet di jalan? alhasil social media bisa jadi media grab mereka sebagai penonton walupun tidak secara langsung. Bagaimana caranya? simple, pertama program reality show tersebut dibuatkan account social media twitter atau facebook dimana admin akan update terus timelinenya sesuai dengan apa yang terjadi live di TKP, bisa juga bikin campaign khusus via hastag misalkan #MasterChefIndo biar orang-orang makin aware syukur-syukur mereka partisipasi dan jadi trending topic, alhasil para netizen pun bisa update acara itu lewat timelinenya, atau buat yang nggak sempet juga cek timeline, jangan khawatir rekaman reality show kemarin abang upload di youtube jadi penonton bisa nonton kapanpun he4.

2.       Emotional Touch
Hebatnya lewat social media sang perancang program reality show tersebut bisa menyentuh faktor emosional para penonton, how? pertama account sosmed sang juri atau peserta dicantumkan di televisi hasilnya penonton bisa komentar sampai kasih semangat pujaannya, nah ini emosional touch yang saya maksud secara tidak langsung kita melibatkan penonton di rumah dan netizen menjadi bagian dari acara itu, melibatkan mereka seolah-olah mereka ada disana. Nah yang kedua adalah live vote live support, nggak jarang MC ajak penonton untuk vote atau memberikan dukungan pujaannya dengan hastag atau mention tertentu yang ada ya penonton kalo dikasih umpan yang ada makin agresif, bahkan acara udah beres masih bisa-bisanya ada yang bahas kejadian di reality show itu, nah aneh kan? tapi itu faktanya.

3.       Rating Naik, Trending Topic Bisa Jadi

Integrasi yang dilakukan antara live reality show di televisi dengan social media tentunya bukan tanpa tujuan, ada target yang dicapai tentunya apa? pertama rating acara mereka semakin naik karena semakin banyak orang yang membicarakan dan semakin banyak orang yang aware dan terbawa emosi untuk ikut serta dalam pembicaraan yang terjadi. Kedua tentunya selain rating acara itu naik, community yang dibuat dari program itu juga naik dong, dari segi number of followers and fans dan dari segi conversation yang terjadi, bahkan bukan hal yang tidak mungkin bisa jadi trending topic. Nah kalo udah gitu untung dong, selain acaranya lebih dikenal dan community onlinenya makin settle kedepannya kalo acara ini udah beres bisa tetep dijadikan channel untuk promosi program-program lainnya yang diproduksi. (dira.illanoor – 2013)