Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Rabu, 01 Mei 2013

Mind Share - Market Share - Heart Share


        


        Coba nulis pembahasan yang rada serius ah, he4 Cuma bingung mau mulai dari mana tapi intinya melalui tulisan kali ini saya ingin bahas sedikit mengenai pendekatan 3S (biar gampang nyebutnya) koq tiba-tiba? He4 tulisan ini didasari sedikit pengalaman kebetulan salah satu perkuliah beberapa hari kemarin nggak biasanya diselenggarakan di luar kelas, tepatnya di Starbuck TSM, saya juga awalnya bingung kok kuliah diadain di Starbuck belajar apa ngopi?

Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya oleh saya dan teman-teman disana kami berkesempatan mendengarkan sharing dari sang Store Manager mengenai kisah sukses perkembangan Starbuck khususnya di Indonesia, nah dari cerita tersebut dosen marketing saya tiba-tiba nyamber menyinggung sedikit mengenai kesuksesan merk mendunia “Starbuck” yang berhasil berkembang di Indonesia dengan 148 outletnya melalui pendekatan 3S (mind share, market share, dan heart share).

Dari sedikit penjabaran beliau setidaknya saya mendapatkan sedikit pencerahan mengenasi konsep 3S, dan melalui tulisan ini saya tertatik untuk berbagi sedikit mengenai ilmu yang saya dapatkan tersebut, nah jadi kalo masih ada yang kurang-kurangnya mohon dimaklumi dan diralat saja yah, wong saya juga masih belajar he4.

1.       Mind Share
Pendekatan pertama yang harus dilakukan adalah “Mind Share” dalam hal ini kita membangun sebuah kekuatan merk untuk ditanamkan kedalam benak konsumen sehingga menjadi top of mind konsumen. Tujuannya untuk apa? ya tentunya kita ingin menjadi merk yang pertama kali diingat dan dicari oleh konsumen kan, balik ke topik konteks pendekatan mind share ini tentunya bukanlah perkara yang mudah oleh dilakukan marketers dan business people karena kita harus bersaing dengan puluhan bahkan ratusan merk yang sudah bersiap dengan seabrek value proposition untuk ditembakan kedalam benak konsumen, dan terjadilah adu jotos merk. Nah lho ternyata susah membangun merk yang kuat di benak konsumen itu, lantas bagaimana kita bisa bersaing dengan kompetitor untuk bisa memuncaki tahta tertinggi di benak konsumen? bukan mengajari namun sekedar share berdasarkan sedikit ilmu yang saya dapatkan bahwa dalam upaya kita membangun mind share ini diimplementasikan kedalam 3 main strategi Segmentation, Targeting, dan Positioning. Segmentasi kita memilah pasar kedalam variable-variable tertentu (geografi, demografi, behaviour, etc), selanjutnya Targeting kita memilih pangsa pasar mana yang paling potensial dan paling menguntungkan perusahaan untuk digarap, Positioning membangun nilai atau persepsi tertentu di benak konsumen, tujuannya supaya konsumen dengan cepat dan mudah terasosiasi pada merk yang kita bangun.

2.       Market Share
Setelah kita bersusah payah membangun mind share, hal selanjutnya yang diharapkan tumbuh adalah “Market Share” mengenai seberapa besar persentase penjualan produk kita di pasaran dibandingkan dengan persentase keseluruhan (termasuk penjualan produk kompetitor), intinya sih semakin besar market share yang kita miliki di pasaran makan potensi keuntungan (income revenue) akan semakin besar karena peluang penjualannya lebih besar dong dari pesaing kita. Pertanyaan selanjutnya yang sudah pasti keluar adalah bagaimana kita bisa mendapatkan market share yang besar karena kan harus bersaing dengan banyak pesaing? kembali strategi yang ditetapkan mengambil peranan yang paling penting, adalah melalui Differensiasi, Marketing Mix, dan Selling. Differensiasi upaya kita mengintegrasikan konten, konteks, dan infrastruktural yang dimiliki kita untuk menjadi sebuah nilai (value proposition) untuk konsumen, Marketing Mix atau yang lebih dikenal dengan 4P (product, place, price, promotion) sebagai sebuah upaya taktis yang terintegrasi untuk bisa bersaing dengan para pesaing di pasar, sedangkan Selling adalah serangkaian upaya kita menciptakan hubungan penjualan jangka panjang dengan konsumen kita berfokus pada fitur, benefit, dan solusi.

3.       Heart Share
Merk kita sudah berada di top of mind konsumen, bicara mengenai market share produk kita paling besar menguasai pasar dibandingkan kompetitor, pertanyaan selanjutnya apakah sudah cukup? Jawabannya adalah belum karena kita masih membutuhkan yang namanya “Heart Share”. Heart share merupakan serangkaian upaya kita dalam memberikan nilai tambah sebanyak mungkin kepada konsumen tentunya dengan mengedepankan kepuasan pelanggan, dan upaya ini bisa direalisasikan melalui Brand, Service, dan Process. Brand tentunya menjadi faktor paling penting, karena “brand” menjadi indikator value yang kita berikan kepada konsumen. Mengenai service saya kira sudah jelas bahwa pelayanan bagi konsumen merupakan sebuah kewajiban yang perlu diprioritaskan yang sayangnya oleh sebagian pemilik bisnis kurang diperhatikan, berikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen “because every business is services“. Sedangkan untuk process sendiri mencerminkan faktor kualitas (quality), biaya (cost), dan pengiriman (delivery) dari perusahaan kepada konsumennya.

Nah demikian sedikit share saya mengenai 3S, kalo nanya kira-kira mana yang paling penting? semuanya penting dong karena secara nggak langsung saling berhubungan dan berurutan. Walaupun memang dalam realitanya nggak semua brand atau pelaku bisnis memperhatikan ketiga unsur tersebut dengan seksama, nggak jarang ada yang fokus di tataran market share demi untuk meraih pangsa pasar pejualan yang besar, atau mungkin bahkan masih ada yang belum memperhatikan unsur heart share karena kurang memprioritaskan kepuasan pelanggannya. Intinya disini adalah untuk membangun merk yang kuat dan bisnis yang besar ketiga unsur tadi merupakan upaya pendekatan strategis yang perlu kita lakukan, dan seperti yang saya bilang ketiganya saling berhubungan dan berkesinambungan satu sama lainnya (integrated). (dira.illanoor – 2013)