Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Rabu, 01 Mei 2013

Expansi Bisnis Sang Singa


sumber gambar : google

       
            Siapa yang suka naik pesawat? He4, khusus yang suka naik pesawat kayaknya hampir nggak mungkin kalo nggak kenal dengan nama maskapai penerbangan Lion Group yang namanya melambung bersama dengan kemunculan Lion Air? walaupun baru-baru ini nama Lion Air masih hangat-hangatnya dihubung-hubungkan dengan kasus jatuhnya pesawat Boeing 737 900-ER yang gagal mendarat di Bali, namun nama Lion Group nampaknya semakin melambung khususnya baru-baru ini yang baru saja meluncurkan sub bisnis baru “Batik Air”.

                Seperti kita ketahui bersama Lion Group dari awal kemunculannya meluncurkan Lion Air selalu memberikan kejutan-kejutan yang cukup menarik perhatian khususnya di industri jasa penerbangan Indonesia. Masih ingat mengenai langkah Lion Air yang mengumumkan sedang memesan sekitar 230 armada Boeing dari produsen pesawat komersial negeri “Paman Sam”, atau pemesanan sekitar 234 armada Airbus dari produsen pesawat komersial di Eropa? nah baru-baru ini juga mungkin sering kita lihat iklan komersial (tv ads) mengenai Batik Air sebuah sub bisnis baru milik Lion Group yang menyasar segmen premium, yang katanya digadang-gadang bakalan menjadi pesaing serius Garuda Indonesia.

                Nah melalui tulisan ini tentunya menarik untuk kita kupas bersama mengenai upaya expansi yang dilakukan oleh sang maskapai penerbangan di bawah bendera Lion Group, mulai dari awal kemunculan Lion Air sampai akhirnya baru-baru ini meluncurkan Batik Air, dan tentunya expansi ini akan kita kupas dari konteks bisnis sang maskapai penerbangan, karena adanya expansi pastinya didasari oleh sebuah tujuan besar, apakah itu memperbesar jangkauan market share atau menjadi market leader di negeri sendiri, well who know?

1.       Low Cost Carier (LCC)
Salah satu hentakan awal kemajuan dari bisnis penerbangan komersial di Indonesia adalah kemunculan konsep penerbangan low cost carier (LCC) yang saya tahu (mohon di ralat jika saya salah) khususnya di Indonesia dimulai oleh Air Asia dengan taglinenya “we make people fly”, melalui konsep ini kini semua orang bisa melakukan menikmati jasa transportasi udara dengan biaya yang relatif murah, karena bayarnya kan core servicenya (transportasinya), kita tidak perlu membayar value service lainnya (misalkan : bagasi, meals, insurance) karena tidak dimasukan kedalam service. Nah dengan adanya konsep LCC ini tentunya semakin menstimulus industri penerbangan di Indonesia khususnya untuk segmen middle to low class, buktinya Garuda Indonesia meluncurkan Citilink yang fokus di pasar LCC.

2.       Costumer Growth & Flights Growth
Berdasarkan data yang saya peroleh pertumbuhan penumpang di Indonesia mencapai dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi sendiri, diperkirakan pertumbuhan pada tahun 2013 ini mencapai 13% - 15%, bukankah angka yang fantastis? nggak heran kan kalo bisnis penerbangan komersial ini cukup menjanjikan terlebih jika melihat pada forecast kedepannya, buktinya 3 besar maskapai penerbangan di Indonesia Lion Air, Garuda Indonesia, Air Asia berlomba-lomba menambah armada penerbangan, salah satunya seperti yang sudah saya sebutkan Lion Air yang cukup rajin melakukan pembelian armada pesawat baru untuk menambah jam dan rute penerbangan.

3.       Low – Middle – High
Expansi yang ditunjukan oleh Lion Group nampaknya tidak main-main, karena seiring dengan perkembanganya menurut saya Lion Group sudah hampir memaksimalkan semua potensi market yang ada, dimulai dengan Lion Air armada yang menggarap middle class segement, selanjutnya meluncurkan Wings Air yang memang di khususkan untuk low class segment yang juga mengusung konsep low cost carier, dan baru-baru ini kembali Lion Group membuat kejutan besar dengan meluncurkan Batik Air untuk segmen yang lebih premium (high class segment). Batik Air menawarkan penerbangan full service (lcd tv disetiap kursi, kabin dan kursi yang lebih lapang, meals, bagasi 20 – 30kg, meals, etc) namun tidak semahal Garuda Indonesia. Jika melihat pada kondisi tersebut, bukan hal yang tidak mungkin jika kedepannya Lion Group menjadi maskapai besar yang sangat diperhitungkan di Indonesia bahkan dunia karena memiliki produk yang cukup variatif dan kompetitif.

4.       Expansi International
Tidak cukup expansi di negara sendiri, Lion Group juga melakukan expansi international dimulai dari negara tetangga dengan melakukan kerjasama joint venture dengan pihak National Aerospace & Defence Industries (NADI) Malaysia dengan Lion Air yang menghasilkan Malindo Air yang khusus melayani penerbangan dari Malaysia ke beberapa daerah di Asia. (dira.illanoor – 2013)