Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Senin, 25 Maret 2013

Jualan Makanan Ala klik-eat.com


sumber gambar : klik-eat.com

               Hal apa yang akan anda pikirkan pertama kali ketika mengetahui makanan favorit anda kini bisa dipesan melalui klik-eat.com? terlebih jika anda tahu jika tempat makan favorit ini tidak memiliki jasa delivery service? Dan khusus bagi anda yang tinggal di Jakarta siapa yang akan dihubungi jika ingin makan siang namun tidak mau bermacet-macet ria di jalan protokol jakarta yang kemungkinan besar akan macet khususnya pada saat jam makan siang? nah mungkin tulisan ini bisa jadi jawabannya.

                Beberapa hari kemarin saat ke jakarta di sela-sela kemacetan jalan protokol saya melihat sebuah motor yang dikemudikan oleh seseorang lengkap dengan attribut dan branding klik-eat.com dimana sesaat saya berfikir apa itu klik-eat.com, sekilas saat itu mungkin yang terlintas di benak saya adalah restoran cepat saji baru yang ada di Jakarta, namun ternyata penilaian awal saya salah ketika saya buka mbah google dan mencari tahu lebih banyak mengenai klik-eat.com.

                Setelah saya cari tahu sedikit mengenai klik-eat.com dapat diambil sebuah kesimpulan ternyata klik-eat itu jualan jasa lho? jasa apa? namanya jasa pengiriman makanan, dan bukan main menu yang ditawarkan cukup variatif. Nah menurut saya pribadi sih bisnis ini cukup hebat dan inovatif karena berhasil menjawab kebutuhan konsumen mengenai jasa pengiriman makanan (delivery order) yang tidak biasa, khususnya bagi konsumen yang memiliki keterbatasan waktu, dan tanpa panjang lebar lagi langsung saja kita bahas sedikit mengenai beberapa point penting yang dilakukan oleh klik-eat.com dalam mendevelop businessnya.

1.       Understanding Costumer Needs
Point pertama dari ide bisnis yang cukup solutif ini muncul berdasarkan insight dari beberapa orang founder klik-eat.com yang dilandasi gagasan solusi bagi masyarakat jakarta yang harus berhadapan dengan kemacetan di Jakarta khususnya pada jam makan siang juga karena terbatasnya pilihan makanan delivery order yang saat ini mayoritas didominasi oleh giant chain restaurant. Karyawan perkantoran di Kota Jakarta yang tidak mau bermacet-macet ria kini bisa memanfaatkan solusi yang ditawarkan klik-eat terlebih pilihan makanan yang ditawarkan cukup variatif mulai dari bisnis café / resto yang partnership dan non partnership, nah solution value yang ditawarkan oleh klik-eat.com ini merupakan jawaban dari kebutuhan konsumen.

2.       Manfaatkan Media Online
Media online dimanfaatkan secara maksimal oleh klik-eat.com dimulai dari disediakannya website khusus untuk pemesanan makanan secara online yang menurut saya pribadi simple and easy to use karena konsumen hanya tinggal memilih lokasi, memilih menu yang akan dipesan, mengisi beberapa data, dan memilih pembayaran. Selain website social media tentunya tidak luput dari perhatian klik-eat untuk dijadikan sebagai media “order” yang tentunya juga dijadikan media promosi dan enggagement dengan konsumen setia, tidak hanya itu yahoo massanger dan email juga dimaksimalkan sebagai channel alternatif bagi konsumen jika ingin memesan makanan via klik-eat.com.

3.       Service Oriented For Costumer
Selain jasa pemesanan secara online konsumen juga bisa memesan melalui fasilitas Blackberry Messanger atau direct ke hot line telepon khusus delivery ordernya klik-eat.com, berbicara mengenai service oriented saya menilai tidak hanya dari konteks fasilitas pemesanan yang disediakan saja namun juga dalam hal pemesanan konsumen tidak hanya bisa memilih pada saat itu saja namun juga bisa memesan untuk beberapa hari kedepan (schedule order). Tidak hanya itu, konsumen juga di ajak untuk berpartisipasi secara aktif untuk merekomendasikan tempat makan favoritnya menjadi partnernya klik-eat.com (jika belom jadi partner), dengan demikian kita orang lain juga bisa ikut mencoba makanan yang kita rekomendasikan kepada klik-eat.com.

4.       Joint Venture Mutualisme
Apaan tuh joint venture mutualisme? istilah baru yah? he4 bukan itu istilah saja dari penggabungan konsep kerjasama saling menguntungkan antara dua pihak yang terlibat, yang dalam hal ini adalah klik-eat.com dengan beberapa bisnis café / resto di Jakarta. Berdasarkan data yang saya dapatkan klik-eat ini memiliki partner dan non partner, dimana khususnya untuk partner disini yang saya pahami terdapat kerjasama diantara satu bisnis café / resto dengan klik-eat sendiri dengan demikian bisnis owner kuliner tersebut mendapatkan keuntungan dari jasa delivery order & promosi (via website) sedangkan klik-eat kemungkinan besar mendapatkan potongan harga special dari jasa delivery yang ditawarkan. Menarik yah? khususnya bagi bisnis yang belum mengembangkan jasa delivery service tentunya cukup terbantu dengan adanya klik-eat ini. (dira.illanoor – 2013)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar