Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Jumat, 07 September 2012

Startup Business #1 “3 Rahasia Melihat Peluang Dari Kacamata Konsumen”



Bosan menjadi pegawai? punya rencana untuk memulai berbisnis sendiri? nah ngomongin keinginan berbisnis bagi pemulan nih #StartupBusiness sebenarnya ada banyak hal yang harus dipersiapkan dengan sangat matang (modal, konsumen, 4P = product, price, place, promotion) supaya bisnis yang akan kita jalankan bisa berjalan mulus sesuai rencana bukannya buntung di tengah jalan. Nah kalo dilihat secara sederhana #StartupBisnis menurut saya pribadi pada dasarnya dalam upaya pengembangannya ada 3 faktor yang perlu diperhatikan di awal yakni (what, who, how). What disini mewakili produk apa yang akan kita jual, Who mewakili siapa konsumen (target market) yang akan kita garap, sedangkan How adalah bagaimana caranya supaya produk kita bisa menjangkau konsumen (bagaimana memasarkan produk kita). Di tulisan kali ini saya ingin sharring sedikit mengenai bagaimana rahasia melihat peluang dari kacamata konsumen untuk para #StartupBusiness. Apa saja rahasiannya? monggo silahkan dibaca saja.

1.       Costumer Needs Recognition
Hal paling dasar yang bisa dilakukan oleh para #StartupBusiness yang sedang mencari peluang usaha adalah dari Costumer Needs Recognition, dalam hal ini kita bisa observasi atau melakukan riset kecil-kecilan mengenai apa yang pada saat ini sedang dibutuhkan oleh konsumen. Nah yang perlu dipahami menurut saya #StartupBusiness ini tidak harus menghasilkan satu bisnis yang benar-benar baru dan original namun juga bisa dari pengembangan bisnis yang sudah berjalan, misalkan sudah ada sebuah bisnis makanan yang sudah berjalan sebut saja jualan kerikip singkong nah kita bisa melakukan riset kecil-kecilan melibatkan konsumen mereka misalkan untuk mencari tahu sebenarnya apa sih kebutuhan mereka berhubungan dengan produk yang sudah ada saat ini, apakah sudah memenuhi ekspektasi mereka atau belum, nah dari sini kita bisa menggali data dari calon konsumen kita.

Sebut saja berdasarkan hasil riset yang sudah kita lakukan berhasil diketahui bahwa mereka membutuhkan (example : konsumen sebenarnya menginginkan keripik singkong rasa cokelat, konsumen menginginkan ukuran lebih besar, konsumen menginginkan harga lebih murah), nah dari sini kan kita bisa melihat peluang bisnis untuk develop keripik singkong rasa cokelat, dengan berbagai varian ukuran (junior, big, jumbo, super), ditambahkan harga yang relatif terjangkau sebagai value tambahan bagi konsumen. Dengan mengembangkan produk ini kita sudah memiliki advantage dibandingkan kompetitor karena kita memprovide apa yang mereka butuhkan sehingga mereka mau beralih menjadi konsumen kita.

Hal sederhana lainnya yang bisa dilakukan oleh para #StartupBusiness adalah melakukan observasi di lapangan, coba deh sekali-sekali jalan-jalan ke mall, ke pasar, ke manapun jangan hanya sekedar belanja atau jalan-jalan tapi juga lakukan observasi mengenai costumer behaviour, perhatikan kira-kira produk apa yang biasa dibeli, siapa yang membeli produk tersebut, kenapa mereka membeli produk tersebut, sambil memposisikan diri anda sebagai konsumen coba pikirkan kira-kira hal apa yang saya butuhkan saat ini belum di provide oleh para produsen (pelaku bisnis). Banyak yang menyebutkan pelaku bisnis yang sukses adalah yang bisa memahami dan memprovide kebutuhan konsumennya.

2.       What’s Trend Now
Apa sih yang lagi trend saat ini? pernah dihadapkan oleh pertanyaan tersebut? yup terkadang trend yang tengah terjadi di masyarakat bisa menjadi celah peluang bisnis bagi para #StartupBusiness, mencari dan menggali informasi mengenai trend apa yang saat ini sedang in di masyarakat. Contoh sederhananya nih masih ingat dengan keripik ma icih pada saat booming-boomingnya? nah maicih yang sempat menjadi word of mouth dan menjadi trending topics di social media ini menjadi trend di kota Bandung, kayaknya kalo belom nyobain keripik ma icih bukan orang Bandung. Nah selang beberapa bulan dari boomingnya keripik ma icih ini banyak bermunculan seperti jamu produk-produk kompetitor yang menjual produk yang hampir sama sebut saja Keripik Bukan Si Emak, Keripik Karuhun, Keripik Naga, Kripik Kribo, Kripik Buronan Mitoha. Kalo dibilang ini konsep marketing ATM (amati, tiru, modifikasi). Salah satu kekurangan dari trend adalah sesuatu yang sifatnya tidak bertahan lama (seasonal), sehingga kita tidak bisa selalu berharap dari kemunculan sebuah trend. Nah bagaimana caranya bertahan dari sebuah trend yang berada di ujung masanya? Rahasianya ya terus berinovasi dan berinovasi, create idea segar untuk merefresh produk kita, atau berikan service yang berbeda untuk konsumen.

3.       Consumers Behaviour
Faktor kebiasaan individu juga bisa menjadi peluang bagi kita dalam mengembangkan sebuah bisnis, misalkan nih kebiasan seseorang pada saat nonton film DVD itu sambil ngemil, nah dari sini kita memproduksi sebuah produk camilan yang kita pasarkan di area dekat dengan penjualan film-film DVD, selanjutnya kita tinggal membuat sebuah material copywriting iklan misalkan “Camilan Sehat Saat Nonton DVD Serba Dua Ribu”. Contoh lainnya misalkan @pasaronlinebdg sebuah bisnis penjualan kebutuhan pokok yang biasanya bisa didapatkan di pasar kini bisa datang secara langusng kepada konsumen (delivery order), mungkin salah satu alasan munculnya ide bisnis ini adalah dari kebiasaan masyarakat kini yang ingin diberikan solusi kemudahan dan instant, terlebih bagi individu yang saya kira tidak memiliki banyak waktu luang untuk pergi ke pasar. Didukung oleh perkembangan teknologi #gadget dan booming social media, tidak aneh jika bisnis ini sampai saat ini bisa bertahan. (dira.illanoor – september 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar