Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Rabu, 09 Mei 2012

Industri Televisi Yang Terus Meremajakan Audience


*sumber gambar : google

      Baru-baru ini saya perhatikan nampaknya beberapa industri televisi nasional terus berupaya melakukan regenerasi (meremajakan audiencenya) dengan mendevelop program-program yang lebih segar dan lebih tepatnya diperuntukan untuk segmentasi audience yang lebih muda. Dan proses peremajaan ini saya perhatikan dilakukan oleh dua televisi nasional yang sudah memiliki nama besar dan bisa dibilang satu sama lainnya merupakan kompetitor “head to head”, sebut saja Metro TV dan TV One.

12 Tahun mengudara sebagai sebuah televisi nasional yang memiliki reputasi sejak tahun 2000 Metro TV selalu menampilkan program-program berita yang aktual dan tajam, selain itu mayoritas program-program yang didevelop lebih berbobot menekankan pada konten berita sehingga tidak heran jika Metro TV terkadang oleh sebagian orang dipositioningkan sebagai “televisi berita” atau “televisi untuk orang tua”. Dan jika dilihat dari segmen audiencenya saya kira mayoritas akan didominasi oleh usia 35 – 40 tahun ke atas, sehingga tidak aneh jika image mereka sangat lekat dengan “orang tua”.

Sadar akan keterbatasan audiencenya yang lambat laun dimakan “usia” sudah pasti audience Metro TV akan berkurang dimana di satu sisi mereka harus berupaya mengenerate audience baru yang dalam hal ini generasi penerus audience mereka sebelumnya yang mayoritas didominasi oleh kalangan anak muda”.

Terdapat barrier (penghalang) besar dalam upaya mereka meng-grab (mengkonversi) segmen anak muda untuk menjadi audience baru mereka, salah satunya tadi sempat saya singgung mengenai positioning Metro TV yang bagi sebagian orang khususnya anak muda sebagai televisi “orang tua”, dimana asumsi saya mereka lebih memilih Trans TV dan Trans 7.

Lalu bagaimana upaya Metro TV meng-grab segmen anak muda untuk dikonversi menjadi audience mereka? Jawabannya selain memperkenalkan logo dan slogan baru mereka yang memberikan kesan lebih modern, segar, dan futuristik, saya kira juga upaya Metro TV dalam mendekati segmen anak muda dilakukan melalui develop program-program yang lebih segar dan lebih masuk untuk segmen anak muda. Beberapa diantaranya saya kira adalah program Propocative sebuah program talkshow yang membahas seputar politik, sosial, dan budaya gaya anak muda, hal ini sangat jelas terlihat dimana program ini di pandu host yang imagenya juga melekat di anak muda Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, dan J-Flow. Tidak berhenti di situ Metro TV pada akhir tahun 2011 juga mendevelop sebuah program yang lebih dikhususkan untuk segmen anak muda “Stand Up Commedy”.

Selain Metro TV, TV One juga baru-baru ini mendevelop sebuah program on-air “Radio Show TV One”, sebuah program yang kini menjadi ajang pembuktian diri bagi para musisi indonesia khususnya bagi band-band indie yang selama ini kurang di lirik oleh televisi-televisi nasional. Sebut saja beberapa waktu lalu Radio Show TV One berani mengundang 2 Band Metal (Burgerkill & Dead Squad) yang sudah memiliki nama di Indonesia bahkan di luar negeri.

Bagaimana responnya dari masyarakat khususnya segmen anak muda? Selain acara on-air Radio Show TV One didatangi banyak anak muda, program ini juga menjadi perbincangan ramai di dunia Social Media setiap malamnya dengan banyaknya follower @RadioShow_tvOne yang didominasi oleh segmen anak muda yang merasa salut dengan upaya yang dilakukan oleh program ini khususnya dalam memberikan terobosan baru dalam industri musik yang selama dibatasi langkahnya karena belum sepenuhnya mendapatkan prhatian dari media-media nasional terlebih televisi. Dan kini saya kira program Radio Show TV One ini mendapatkan tempat khusus di kalangan anak muda dan menjadikan program ini sebagai program yang ratingnya cukup tinggi bagi TV One sendiri sebagai televisi nasional, menjadikan program ini acara yang ditunggu-tunggu oleh mereka setiap malamnya.

Upaya yang dilakukan Metro TV dan TV One dalam mendevelop program yang lebih dikhususkan untuk meng-grab segmen anak muda ini menurut pendapat saya memang wajar dan sudah seharusnya dilakukan sebagai upaya peremajaan audience mereka. Kembali pada penjelasan sebelumnya bahwa audience mereka lambat laun akan dimakan oleh usia yang mengharuskan mereka mencari audience lainnya untuk digrab, dan mau tidak mau audience yang digrab ini sudah pasti akan didominasi oleh segmen anak muda”.

Dengan demikian Metro TV dan TV One harus bisa menyesuaikan diri dengan futures audience mereka, dan cara mudahnya adalah dengan mendevelop program televisi yang lebih sesuai untuk mereka. Peremajaan Audience ini saya kira dilakukan sebagai salah satu upaya mempersiapkan diri untuk menggarap target market yang lebih muda karena jika boleh di umpamakan audience atau target market akan selalu berputar dan berevolusi (akan muncul generasi baru).

Proses peremajaan audience ini tidak hanya berlaku di industri televisi saja, namun juga di hampir semua industri bisnis. Kembali kepada para pelaku bisnis yang harus terus berinovasi salah satunya adalah bisa mengcreate atau mendevelop sebuah program atau sebuah strategi pemasaran untuk meng-grab segmen anak muda yang saya kira lebih cerdas dan pemilih (tidak begitu saja menerima). Nah jika para pelaku bisnis tidak bisa melakukan hal tersebut saya kira saatnya bagi mereka untuk say Adios Amigos”. (dira.illanoor - mei 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar