Prolog Dari Penulis

Menulis bisa membuat kita terus berpikir, belajar, dan berproses. Melalui blog ini saya hanya ingin share sedikit mengenai tulisan-tulisan yang dibuat supaya lebih bermanfaat, semoga tulisan saya bisa memberikan insights dan bisa menjadi inspirasi bagi yang membaca.

Selasa, 13 Maret 2012

Anyone Know Secret Behind P.S.D Success ?


sumber gambar : psdnorthamerica.tumblr.com

Ada yang tau P.S.D atau yang lebih dikenal dengan “Peter Says Denim” ??? sebuah merk fashion indie Jeans “Denim” yang ditemukan oleh Peter Firmansyah pemuda asal Kota Bandung. Kalo sedikit dijabarkan berdasarkan historinya sih, Peter baru develop merk Peter Says Denim kurang lebih tahun 2008, dan itu pun tidak begitu saja muncul karena di dalam prosesnya Peter memulainya dari sebuah Band Peter Says Sorry yang memiliki konsep “Music Mix With Fashion”. Melalui bandnya ini awal mula bagaimana dia nyemplung ke bisnis fashion (Jeans “Denim”, T-Shirt, Hoodies, other Street Wear Apparel), peter mulai mendesign & membuat Jeans “Denim” yang awalnya diperuntukan untuk digunakan oleh dirinya sendiri, mungkin hal ini ditujukan untuk mendukung konsep bandnya kala itu Peter Says Sorry yang mengangkat konsep Music & Fashion.

Nah dari sinilah hasil karya Peter mulai mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitarnya, tidak hanya memproduksi Jeans “Denim” untuk merk lain, hasil karyanya disukai dan mulai mendapatkan tempat di individu secara personal hingga industri clothing. Mulai memproduksi Jeans “Denim” tidak hanya untuk dirinya, dimana dia juga memproduksi untuk individu & beberapa industri clothing, sampai akhirnya pada 2008 Peter terpikir untuk membuat merk sendiri untuk Jeans “Denim” buatannya. Dimulai dengan nama Revenge Denim Killer yang menurutnya kurang sesuai, pada akhirnya munculah ide untuk membuat merk sesuai dengan nama bandnya Peter Says Sorry menjadi Peter Says Denim (P.S.D).

Sedikit cerita mengenai seperti apa awal mulai kemunculan merk Peter Says Denim (P.S.D), dimana melalui cerita ini saya ingin membahas “berdasarkan perspektif pribadi saya” mengenai bagaimana upaya Peter Says Denim bisa sukses dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun berhasil mendapatkan market share luas tidak hanya di Indonesia, namun hingga ke beberapa negara diantaranya Malaysia, Singapura, hingga Amerika. Dimana Peter Says Denim tidak memiliki indie store (toko), namun mengandalkan dan memaksimalkan kekuatan komunitas dan on-line (internet) untuk membangun jaringan penjualan.

Peter yang memulai bisnis merk Peter Says Denim (P.S.D) pada 2008 memulainya dengan support “mendukung” band-band indie lokal *(salah satunya saat ini adalah Rocket Rockers salah satu band indie asal Kota Bandung yang sudah memiliki nama & fans based cukup besar di Indonesia). Pengertian mendukung dalam hal ini diartikan Endorsement dimana P.S.D memberikan produknya untuk digunakan oleh personil dari band-band tersebut. Nah secara tidak langsung P.S.D mendapatkan space untuk promosi, karena produk mereka sudah pasti akan digunakan oleh personil band tersebut untuk kebutuhan foto, pada saat performance “manggung”, hingga promosi di n-line media promotion band yang diendors (myspace.com, purevolume, reverbnation, etc). Selain itu juga P.S.D mulai memproduksi merk denimnya untuk didistribusikan di beberapa industri clothing lokal. ”Nah disinilah saya kira P.S.D memanfaatkan keberhasilan dari sebuah konsep Community Enggagement (dalam hal ini adalah interaksi dan menjalin relasi dengan komunitas) sebagai koneksi dalam memasarkan produknya (Distribution Channel)”.

Saya kira upaya yang dilakukan P.S.D ini telah menyasar Segmentasi & Target Market yang tepat, dimana dalam opini pribadi saya produk P.S.D itu diperuntukan untuk Segmentasi anak muda di perkotaan “Urban” dengan usia antara 18 s.d 25 tahun, nah  P.S.D disini sudah menyasar Target Market yang tepat dalam menyasar komunitas-komunitas Urban diperkotaan salah satunya musik, yang notabene saya kira akan dipenuhi oleh anak muda. Upaya P.S.D ini semakin tepat dilakukan ketika Positioning yang ingin dibangun merk P.S.D adalah Jeans “Denim” untuk anak muda yang Nge-Band / penikmat musik. “P.S.D telah berhasil menyasar Segmentasi & Target Market yang tepat sesuai dengan Positioning yang ingin dibangun, Mungkin disinilah konsep Peter yang memiliki anggapan bahwa musik tidak pernah jauh dari fashion, dimana satu sama lainnya selalu terhubung yang coba dia implementasikan kedalam bentuk upaya pemasaran P.S.D”.

Nah itu tadi sedikit mengenai pandangan saya pribadi bagaimana upaya pemasaran merk P.S.D dalam skala lokal, lanjut mengenai bagaimana P.S.D bisa memiliki market share hingga ke luar negeri? Saya kira hal itu tidak terlepas dari kehebatan dan kekuatan media internet, yang dalam hal ini adalah P.S.D memanfaatkan chanel On-Line Store dan Social Media (Facebook, Twitter, Thumbler, Blog, Youtube, etc). Saya juga tidak tahu secara pasti bagaimana awalnya, namun saya kira jika diperhatikan secara sederhana dimana P.S.D dalam konteks ini bisa memilik market share hingga keluar negeri itu didasari konsep Endorsement “Community Enggagement” namun dalam hal ini lebih dikembangkan atau melalui media On-Line, dimana media tersebut dijadikan fasilitas untuk membuka jaringan pemasaran keluar lebih luas *(tidak terbatas ruang dan waktu).

Singkatnya P.S.D juga mengimplementasikan Endorsement ini kepada band-band indie di luar negeri, sebagai contoh August Burn Red, Every Time I Die, dan Four Years Strong. Nah beberapa Band indie luar yang di endors P.S.D ini dipublikasikan melalui berbagai media online salah satunya adalah http://familyblog.petersaysdenim.com/. Oke mungkin melalui upaya ini merk P.S.D mulai dikenal di beberapa negara, karena secara tidak langsung P.S.D berani mengendors beberapa band indie luar yang sudah saya sebutkan tadi dimana saya kira mereka memiliki fans based yang cukup besar tidak hanya di indonesia juga di mancanegara, maka dengan digunakannya merk P.S.D oleh member band tersebut secara langsung akan membangun persepsi dalam benak fansnya bahwa Jeans “Denim” atau T-Shirt yang digunakan itu “keren” dan merk yang berkualitas. Nah mungkin disinilah mereka mulai tertarik dengan produk P.S.D dan memiliki image P.S.D berstandar internasional.

Oke mereka tertarik dengan produk P.S.D, lalu bagaimana cara mereka medapatkan produk tersebut? Jawabannya saya kira dalam hal ini adalah melalui media On-Line Shop dan Social Media.
*Beberapa media on-line yang digunakan oleh P.S.D
Youtube : psdofficial

Melalui beberapa channel media on-line itu lah saya kira P.S.D bisa mendapatkan market share yang luas bahkan hingga ke beberapa negara, nah dari konsep ini pemasaran P.S.D dikembangkan lagi dimana terdapat perwakilan di beberapa negara tersebut based on Community Enggagement yang menjadi perwakilan (agen reseller). Melalui cerita ini bisa kita cermati bahwa potensi penjualan melalui media on-line (internet) sangat luas dan terbuka, dimana kita bisa mendapatkan market share yang lebih luas, terlebih untuk beberapa media seperti social media (facebook, twitter, blog) hampir tidak mengeluarkan cost sama sekali sehingga kita bisa melakukan aktifitas pemasaran yang luas dan dampaknya cukup besar dengan cost yang sangat low bahkan almost zero. “Saya kira Peters Says Denim merupakan salah satu contoh sukses pengusaha, dimana “Peter” yang telah berhasil mengembangkan sebuah merk dan penjualan salah satunya dengan memanfaatkan channel media on-line sebagai Promotion Tools & Distribution Channel P.S.D, dan hal tersebut juga didukung oleh pondasi dari pentinganya sebuah Community Enggagement, yang dimana jika kedua hal tersebut saling mendukung akan menjadikan merk P.S.D mendapat tempat khusus di benak Costumer”. (dira.illanoor – 13/03/2012)